Minggu, 27 November 2011

H2 dan Mandi

Suatu Pagi.
Ummi : Kak Ai ayo cepetan mandi sama adek sini.
Hikari : Mau mmana Mi?
Ummi : Ya mandi aja, abis tu makan.
Hikari : (ngeyel) Mau mmana Mi?
Ummi : Ini diajak mandi kok kayak abinya aja, pake nanya mau kemana.

Sejak kapan saya malas mandi ya?
Mungkin sejak membaca sebuah artikel tentang kebiasaan mandi orang Jepang. Jadi katanya orang-orang di Jepang itu hanya mandi sekali sehari, yaitu pada malam hari sebelum tidur. Sementara paginya mereka tak perlu merasa harus mandi. Toh malamnya sudah mandi dan selanjutnya tidur, jadi badan masih relatif bersih. Haha.

Ah tapi bukan berarti lalu saya nggak pernah mandi pagi. Tetap juga mandi, tapi hanya di hari kerja saja. Senin sampai jumat. Haha. Sabtu dan minggu biasanya saya tidak akan mandi pagi sampai istri berulang-ulang menyuruh saya mandi. Ngapain sih mandi? Toh cuma tidur-tiduran atau main-main dengan mereka di rumah. 

Kecuali kalau memang mau pergi ke suatu tempat, baru deh mandi. Pergi sarapan di luar, misalnya. Atau ada acara di luar rumah di pagi hari. Baru lah saya mandi pagi. Makanya kalau istri menyuruh saya mandi di hari libur, biasanya saya akan bertanya "Mau kemana?" Haha. Mungkin pertanyaan saya itu lah yang akhirnya ditiru oleh Hikari.

Hikari dan Hoshi selalu senang bermain air. Dan selalu gembira jika waktu mandi tiba. Jadi pertanyaannya ke umminya itu bukan merupakan bentuk keberatan. Karena meski bertanya seperti itu, dia tetap juga sambil berjalan ke kamar mandi dan melepaskan pakaiannya. Tapi sepertinya lebih kepada rasa ingin taunya saja. 

Mandi? 
Mau kemana?

Rabu, 23 November 2011

H2 dan RIO

Blu, seekor Macaw spesies langka, sejak kecil sudah terbiasa hidup dengan manusia di bawah peliharaan Linda. Blu tidak bisa terbang sebagaimana layaknya burung kebanyakan karena trauma masa kecilnya. Keakrabannya dengan manusia sering kali menjadi bahan ejekan burung-burung lain yang hidup di sekitar toko buku milik Linda

Datanglah seorang ornitologis (ahli burung) bernama Tulio Monterio yang sengaja mencari Macaw jantan untuk menjaga kelestarian spesies. Akan tetapi untuk itu Linda dan Blu harus terbang ke Rio demi menemui sang Macaw Spix betina, Jewel.  

Blu akhirnya bertemu dengan Jewel ternyata tak bisa langsung cocok. Pasalnya, Jewel yang memiliki jiwa free spirit dan selalu ingin bebas menganggap Blu sebagai burung yang terlalu bersahabat dengan manusia.

Mereka tak menyadari bahwa mereka menjadi incaran komplotan penyelundup burung langka pimpinan Marcel yang memelihara seekor Kakatua putih Nigel yang kejam.

Blu dan Jewel lalu tersesat  di hutan Brazil dan bertemu dengan burung Tukan Rafael. Petualangan kemudian mempertemukan mereka  dengan 2 sekawan burung kardinal Pedro dan kenari Nico, serta seekor bulldog bernama Luiz. 



Hikari  dan Hoshi sedang tergila-gila dengan film ini. Setiap hari minta diputerin. Sering kali bangun tidur pun sudah minta nonton. 

Jika leptop sedang hidup, Hikari akan langsung duduk di depannya dan bilang "Burung Bi/Mi". Jika leptop sedang tidak hidup dan disimpan, Hikari akan meminta leptopnya dulu : "Mau etop Mi/Bi" lalu setelah dihidupkan akan dilanjutkan dengan "Burung Mi/Bi". Hihi

Lain pula dengan Hoshi. Bagaimana pun keadaan leptopnya, dia akan menunjuk-nunjuk sambil berkata : "Ulong ulong ulong".

Kemudian duduklah mereka berdua dengan manisnya di depan leptop. Menonton dengan suka cita. Saking seringnya, tak terhitung lagi berapa kali diulang-ulang, mereka bisa hapal adegan-adegan di film itu. Adegan pesawat mengangkut burung, Linda memungut Blu, Linda bilang "It's OK", Blu tersangkut kabel, dan seterusnya.

Bagian favorit mereka adalah adegan saat para burung itu berpesta dan bernyanyi-nyanyi dalam perjalanan mencari Luiz si bulldog. Ada lirik lagunya Layya layya layya layyyaa di mana mereka selalu ikut bernyanyi. :)

:)

Minggu, 13 November 2011

H2 dan Ultahnya Nailah

Hari jumat dapat undangan acara ulang tahun dari Nailah Sabri Affanka. Ulang tahun yang kedua, di Vanhollano jalan jenderal sudirman. Acaranya hari minggu.
Nailah ini anak dari oom hlboy, yang bertahun-tahun menjadi teman kos saya sewaktu masih remaja bujangan dulu. Jadi udah kayak sodara sendiri lah, walaupun banyak ngeselinnya. Hahaha.

Oke, acaranya jam setengah tiga sore. Jadi akan berangkat dari rumah sekitar jam 11-an. Karena ada 2 undangan lain yang juga harus didatangi. Satu undangan perkawinan teman kantor saya di jalan inpres. Satu lagi undangan perkawinan adeknya kawan si ummi di jalan sekolah sana. Melihat lokasi masing-masing pesta, jadwal 'perjalanan' hari itu adalah Inpres-Vanholano-Sekolah.

Tapi rencana memang seringkali cuma terlihat mudah saat dibuat, tapi sangat sulit ditepati.

Hikari dan Hoshi begitu bersemangat bermain sejak pagi buta. Terus merusuh, berebut, kejar-kejaran, nangis bergantian sampai akhirnya diam karena kecapekan. Lewat sedikit dari jam 10, keduanya sudah tergeletak di kamar lalu tertidur. Umminya yang menemani pun akhirnya ikut tertidur dengan nyenyaknya.

Menjelang waktu dhuhur belum juga terbangun. Mau dibangunkan pun rasanya tak tega. Akhirnya saya biarkan saja. Menunggu mereka bangun sambil nonton film hasil donlotan di ruang depan. Sampai akhirnya saya pun tertidur. Mungkin karena udara yg memang sejuk.

Saya terbangun karena kaget tiba-tiba Hikari sudah duduk manis di dada. Sudah jam satu lewat. Ternyata Hoshi dan umminya pun sudah bangun. Hoshi malah sudah asik duduk manis disuapin umminya.

Setelah persiapan yang selalu heboh dan rame, tepat jam 2 kami berangkat. Rencana akan tetap 'patuh' pada jadwal yang sudah disusun. Tapi ternyata tidak berjalan mulus.

Belum beli hadiah untuk Nailah. Jadilah mampir dulu di toko kado-kado. menghabiskan waktu setengah jam untuk pilih-pilih dan bungkus-bungkus. Padahal undangannya kan setengah tiga. Kalau mampir dulu ke jalan Inpres, jam berapa sampai di sudirman mengingat jaraknya yang lumayan jauh dan hari minggu yang kemungkinan macet di jalan Nangka. Sempat ragu di simpang pasar pagi arengka. Tapi akhirnya diputuskan langsung ke Sudirman karena dan nanti sore aja ke jalan Inpres.

Ternyata memang sedikit macet di simpang Nangka. Hujan yang intensitasnya bervariasi sepanjang jalan, kadang lebat, kadang rinai saja. Tapi menjadi benar-benar lebat saat kami tiba di Vanholano. Tidak ada payung. Dan masih diperparah lagi, tidak ada tempat parkir yang kosong di sekitaran situ. Baiklah. Jadi saya turun duluan membawa Hikari dan Hoshi  sementara umminya berputar lagi masuk ke mal pekanbaru untuk parkir.

Lewat sedikit dari jam 3 sore, dan ternyata belum terlalu ramai anak-anak yg datang. Mungkin karena hujan. Acaranya di lantai 2. Sambil menggendong Hoshi saya berbincang2 sebentar dengan bapak Nailah di depan pintu. Lalu menyuruh Hikari masuk ke dalam ruangan yang di dalamnya sudah tertata kursi-kursi rendah dan sudah ada beberapa anak yang duduk di situ.

Hikari masuk dengan wajah senang. Perhatian saya teralihkan darinya sesaat karena melanjutkan obrolan. Dan terkejut tiba-tiba saat mendengar tangisan Hikari yang ternyata sudah berlari keluar ruangan langsung ke arah tangga turun. Saya berteriak tapi telat bereaksi. Beruntung bapak Nailah bisa menyusulnya tepat waktu sesaat sebelum Hikari mencapai tangga. Jika tidak, entahlah, mungkin anak gadis itu sudah terguling sampai ke lantai 1.

Dia masih menangis dalam gendongan bapak Nailah. Dan saya baru menyadari penyebab insiden barusan setelah menengok ke dalam. Ternyata ada 2 badut di situ, satu donal bebek dan satu lagi semacam tokoh joker yang ada di kartu remi. Pasti mereka itu sumber ketakutan Hikari.

Maaf ya Nak..
Sejak kapan Hikari takut badut? Ceroboh sekali sampai saya tidak menyadarinya. Tapi memang selama ini tidak pernah ada tanda-tanda itu. Pernah ketemu dengan badut KFC dan dia anteng-anteng saja. Pernah juga melihat badut Spongebob dan tidak ada reaksi berlebihan.


Selanjutnya adalah drama. Kami duduk jauh di pojokan menunggu umminya datang. Hikari terus merengek2 minta pulang sementara saya terus berusaha membujuknya, meyakinkan bahwa badutnya tidak jahat dan ada abi serta umminya. Hoshi pun tak mau kalah ikut berusaha mengelus-elus kepala kakaknya.

Tak lama umminya datang dan Hikari langsung menempel tak mau lepas. Acara di mulai dan Hikari terus begitu, di pelukan umminya yang duduk di bagian belakang bersama orang tua yang lain. Dia memang begitu. Sekali saja mengalami hal buruk, butuh waktu lama untuk recovery.


Hoshi?
Hoho.. Dia membaur dengan cepat. Saya dudukkan dia di kursi rendah itu bersama dengan anak-anak yang lain. Dan sepertinya dia merasa nyaman. Ikut bergembira dengan acara yang diramaikan oleh kak badut joker kartu remi. Bengong melihat ke arah badut. Lalu tersenyum-senyum dan sesekali tertawa jika semuanya tertawa. Juga sesekali ikut mengangkat tangannya bersama yang lain jika kak badut bertanya atau meminta sesuatu.

Sampai acara berakhir, Hoshi mengikuti dengan antusias. Ikut makan juga sama-sama dengany ang lain. Malah langsung akrab kalo ada kakak-kakak yang ngajak senyum ke dia. Sempat jahil juga godain kakak-kakak yang duduk di sebelahnya saat sedang makan.

Hampir jam lima sore saat kami bubaran. Dapat tentengan buat anak-anak, dan balon juga. Hikari sudah tersenyum lagi. Hoshi keliatan capek tapi senang. Hujan sudah reda, dan saya kelaparan karena siang tadi belum makan. :)



Pesta yang meriah dan berkesan. Selamat Ulang Tahun, Nailah. Semoga jadi anak pintar dan shalehah.