Saya termasuk orang yang tidak suka jika berbelanja lalu diberi kembalian tidak dalam bentuk uang. Biasanya sih permen.
Rasanya jadi terpaksa padahal kita kan nggak ada niat untuk beli permen.
Apalagi kalau ngasih kembalian permennya nggak pake basa-basi. Langsung kasih gitu aja. Kalau pakai basa-basi sih masih mending, misalnya : "Mohon maaf yang teramat sangat ya Pak, kami kehabisan uang kecil. Sudah berusaha nukar ke mana-mana, sampe ke bank juga ternyata nggak dapet. Nukar ke kotak amal di masjid juga udah keduluan orang lain. Jadi khusus hari ini kami kembalikan uang bapak dalam bentuk permen ya.." dengan wajah yang sangat menyesal.
Tapi dalam praktek sehari-hari, amat sangat jarang ada yang seperti itu.
Banyak penjual yang mengambil langkah mudah. Daripada repot harus menukarkan uang besar dengan pecahan kecil untuk kembalian, kasih permen aja ke pembeli. Sungguh cerdas.
Jadi kemaren siang ke alfamat dengan Hikari.
Belanjanya 11.600, kasih uang ke kasirnya 12.000
Dan si mbak kasirnya ngasih kembalian permen.
Langsung pasang tampang males sambil bilang: "nggak usah deh, ambil aja permennya mbak" sambil siap-siap mau pergi aja.
Nggak taunya Hikari nyamber : "Kak Ai mau, Bi" sambil narik-narik ujung baju.
Nah. Jadi serba salah. Tadi udah pasang tampang jutek, masak mau diambil itu permen? Gengsinya mau dikemanain?
Tapi karena Hikari kayaknya mau banget, ya udah deh ngalah.. Gengsinya buang ke laut dulu.
Akhirnya poker face deh : "Oh Kak Ai mau katanya mbak"
.........
Tiga butir permen yang menghancurkan gengsi.
Senin, 10 Juni 2013
Selasa, 04 Juni 2013
Saat-saat Malasnya Hoshi
Dalam kondisi normal, Hoshi ya sama dengan Hikari. Pecicilan dan tak bisa diam. Bergerak ke sana dan ke mari tak kenal capek. Memang tidak seheboh dan selincah kakaknya, tapi dia selalu bisa mengikuti gerakan Hikari jika sedang bermain berdua. Aktif selayaknya anak balita yangs ehat.
Tapi ada juga saat-saat tertentu di mana Hoshi menjadi sangat malas bergerak. Kalau sudah begitu jangankan disuruh berdiri atau berlari, bergeser satu senti dari tempatnya saja dia tak akan mau. Dibujuk seperti apa pun dia bergeming dan akan bertahan di posisinya.
Ini biasanya terjadi saat dia sudah mulai mengantuk. Atau bisa juga saat dia baru saja terbangun dari tidur. Di situasai ini, selain malas bergerak dia juga cenderung lebih cengeng dan pemarah. Tersenggol sedikit saja bisa langsung merengek atau bahkan memukul. :D
Juga sering terjadi jika dia sudah dalam posisi wuenak ketika sedang menonton film-film kartun di laptop. Bisa dalam posisi duduk atau tiduran.
Yang kadang lucu adalah jika dia sedang dalam mode malas dan ingin minum susu. Dia akan merengek kepada saya atau umminya minta diambilkan susu kotaknya. "Mau mimik susu milo," begitu katanya. Lalu jika disuruh mengambil sendiri, dia akan menjawab : "Ummi aja yang ambil!" dengan nada memerintah.
Padahal susu itu letaknya tak jauh dari tempat dia berada. Tapi dia kekeuh tak mau bergerak.
Dan jika dibilang : "Kan dekat tu susunya sama adek," maka dia akan menjawab : "Adek nggak sampe ni."
Dia berkata seperti itu sambil menjulurkan salah satu tangannya ke arah di mana susunya berada, sambil tetap tak bergerak. Seolah-olah ingin mengatakan bahwa panjang tangannya ya cuma segitu, nggak sampai untuk menjangkau susunya. :D
Kadang mengesalkan, tapi lebih sering lucu sih melihat gaya dia yang seperti tu.
Langganan:
Postingan (Atom)