Sabtu, 03 Januari 2015

Picky Eater Hoshi

Hoshi sepertinya mewarisi gen saya dalam hal makan. Pemilih sekali. Hanya mau makan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan seleranya saja. Kalau sudah bilang nggak mau, benar-benar tak akan dimakan walau dibujuk bagaimana pun juga.

Ini tentu saja merepotkan Ummiyo yang nyaris harus selalu membujuk dulu kalau dia memasak sesuatu yang belum pernah disajikan sebelumnya. Tapi kadang tak perlu membujuk dengan kata-kata sih. Cukup makan saja di depan mereka, dan biarkan mereka melihat serta mencium aroma makanan itu. Biasanya sih Hikari yang langsung tertarik mencoba. Hoshi akan menyusul kemudian setelah kakaknya.

Kalau sedang jalan keluar, agak repot mencari tempat makan. Ya karena harus menyesuaikan dengan selera Hoshi. Mau atau tidak kira-kira kalau makan di tempat tertentu. Kecuali kalau dia sudah makan di rumah, ya nggak masalah mau makan di mana. Pernah juga makan di dua tempat yang berbeda karena tak ketemu selera. Hikari pengen makan A, Hoshi pengen makan B. Tinggal ditentukan saja siapa yang lebih lapar duluan. :D

Selain pemilih, Hoshi juga sangat-sangat repot dalam hal tata cara makan.

Dulu, jika di atas piringnya ada nasi dan sayur, dia akan makan salah satunya dulu, baru kemudian memakan yang satu lagi. Tidak dimakan bersamaan. Makan sayurnya dulu. Setelah sayurnya habis, baru makan nasinya. Atau sebaliknya. Tapi itu mulai berubah sekitar setahun belakangan. Dia sudah mulai bisa makan nasi bersamaan dengan lauk pauk atau sayurnya.

Kadang saya tak sabar melihat dia makan seperti itu, lalu berkomentar bernada protes. Kalau sudah begitu, biasanya Ummiyo langsung menimpali "ya kayak gitu lah kalau mau tau gimana abinya makan."
:D

Minggu, 21 September 2014

Hikari dan Belajar Membaca

Hikari sudah mulai lancar mengeja dan membaca.
Untuk kata-kata yang mudah seperti KADO, BELI, MADU, KELAPA, PEPAYA, dan sejenisnya sih sudah bukan masalah baginya.

Tapi dia masih kesulitan membaca kata yang diawali dengan huruf vokal yang langsung bertemu dengan konsonan. Misalnya OKTOBER, AYAM, ITIK, dan sejenisnya. Karena ketika membaca, Hikari masih selalu merangkai per dua huruf.
Jadi misalnya O-K, dibacanya apa? Dia masih sering membacanya sebagai KO. Demikian juga I-T, dibaca TI. :)

Yang juga menjadi kesulitannya adalah jika terdapat konsonan ganda. 
PRO, PRANGKO, GRAM, KRING, dan sebagainya.

Dan namanya anak baru bisa membaca, hampir semuanya ingin dibaca. Setiap ketemu tulisan selalu berusaha membaca dan bertanya. Yang repot adalah jika menemukan kata dalam bahasa inggris. Sudah menjelaskan kepadanya, baik itu bunyi hurufnya maupun cara membacanya. Maka seringkali kami membiarkan saja dia membaca huruf apa adanya. RICE, MOUSE, PAPER, SOAP. 
Dan kalau ketemu kata yang susah dibaca sih biasanya kami cuma bilang "itu bahasa inggris, Kak Ai memang belum diajarin bahasa inggris sama bu guru"


:D

Semangat ya, Kak Ai...