Rabu, 16 Februari 2011

Demam Bergilir

Cuaca ekstrim di Pekanbaru hari-hari belakangan ini akhirnya membuat Hikari jatuh juga. Senin yang lalu, anak gadis kami yang biasanya lincah bergerak tak pernah diam itu pun rewel diserang demam selama dua hari.

Meskipun sudah hampir dua tahun usianya dan sudah berkali-kali Hikari rewel karena demam, Kami tak pernah terbiasa melihat Hikari tidur gelisah di malam hari dan merengek-rengek di siang hari. Selalu ada rasa sakit dan tak berdaya karenanya.

Beruntung Umminya sigap dan telaten mencekokinya obat penurun panas serta antibiotik. Demamnya tak bertahan lama, hanya dua hari dan Hikari sudah kembali seperti sedia kala.

Sebagaimana yang dibilang oleh para orang tua yang sudah lebih berpengalaman, jika dalam keluarga ada anak yang sakit demam kemungkinan besar akan menular ke saudara. Ternyata benar adanya. Kami tak sempat menarik nafas lega karena sehari kemudian Dek Hoshi menunjukkan gejala yang sama dengan kakaknya. Badannya menghangat dan perilakunya lebih manja daripada biasa.

Selama ini Hoshi selalu lebih tahan banting dibandingkan kakaknya. Alhamdulillah sangat jarang sakit. Saya percaya itu karena Hoshi menikmati ASI lebih banyak daripada Hikari yang tergantung pada susu formula.

Akan tetapi sepertinya cuaca benar-benar ekstrim akhir-akhir ini. Demam dari Hikari pun 'pindah' ke Hoshi. Ditambah dengan pembawaannya yang memang manja, wajahnya tak kalah memelas dibandingkan Hikari. Tak mau diletakkan, pengennya digendong terus. Saat nyusu pun maunya sambil gendong. Dan meskipun merengeknya tak seheboh Hikari, tetap saja hati kami teriris-iris melihatnya berguling-guling gelisah dalam tidurnya.

Sekali lagi, kesigapan Umminya berbuah manis. Suhu badannya tak sampai memanas seperti kakaknya, hanya lebih hangat dari biasanya. Pemberian obat dipermudah dengan Hoshi yang lebih menurut dibandingkan Hikari. Saat ini Hoshi memang sedang dalam masa perkembangan dimana dia senang memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Makanya obat yang disuapkan Umminya disambut saja dengan suka rela, tak seperti Hikari yang meronta-ronta. 

Bersyukur dengan sepenuh hati ketika kedua bidadari kecil kami akhirnya sehat kembali dan bisa menghadiri undangan pernikahan teman di hari minggu. Lalu malamnya bisa pergi ke rumah bude Yanti bermain dengan mbak Sarah dan mbak Nindi.

Tapi sekali lagi, sepertinya kami terlalu cepat merasa senang. Karena demam yang menyerang dua putri kecil kami ternyata belum tuntas. Sedang asik-asiknya memperhatikan Hikari yang heboh bermain, si Ummi mengeluh tak enak badan. Kepala sakit dan badan rasanya meriang. Mungkin karena siang tadi kepanasan saat pergi kondangan yang bikin stamina drop.

Saya langsung cemas. Sepertinya doa saya kemarin meminta Allah memindahkan demam dari Hoshi ke saya meleset dan malah singgah ke umminya. Ah. Terbayang betapa repotnya. Selalu kebingungan kalau si ummi sakit karena dia lah yang menjadi pengurus utama kami semua.

Dulu saat Hoshi belum lahir, Hikari masih bisa saya pegang jika umminya sakit. Tapi sekarang, gimana dengan Hoshi yang masih mimik ASI? Tiap sebentar Hoshi minta nyusu, gimana umminya bisa istirahat memulihkan energi dan stamina?

Akhirnya ummi pun tumbang. Keadaannya jadi serba salah. Dia perlu istirahat tapi Hoshi juga perlu ASI. Saya berusaha semampunya menggendong Hoshi jika merengek minta susu sementara umminya tidur. Tapi tentu saja tak bisa terlalu lama karena meskipun kelihatannya kalem tapi Hoshi bisa jauh lebih galak daripada Hikari kalau sedang merajuk.

Wanita selalu lebih kuat daripada pria dalam menanggungkan rasa sakit. Saya mengagumi istri saya yang tak mengeluh mesti bangun sewaktu-waktu dalam keadaan sakit untuk menyusui Hoshi dan mengurusi hal-hal remeh temeh lainnya di rumah.

Alhamdulillah keadaan sudah membaik dan pulih kembali. Istri hanya butuh 1 hari untuk memulihkan diri. Sungguh tak enak kalau istri sakit. Tak diragukan lagi kalau kesehatan adalah nikmat Allah yang tak ternilai.

2 komentar:

  1. Alhamdulillah... turut seneng denger dah pada sembuh semuanya.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah Om..
    tak terhingga rasa syukurnya

    BalasHapus