Minggu, 06 September 2015

Ayo Memanah


Dari dulu saya selalu menyukai panahan. Setiap menonton film aksi dan ada tokoh yang jago memanah, perhatian saya pasti akan tertuju ke tokoh tersebut. Terlihat keren dan gagah.

Tapi baru pada akhir-akhir ini saja saya mengetahun bahwa memanah adalah termasuk olahraga yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Salllallaahu 'alaihi wassalam Ada banyak hadits dari beliau tentang kegiatan ini. Jadi bisa dibilang, kalau kita melakukan kegiatan ini berarti kita sudah menghidupkan salah satu sunnah dari Rasulullah Salllallaahu 'alaihi wassalam.

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkhutbah di atas mimbar. Tentang ayat ‘dan persiapkanlah bagi mereka al quwwah (kekuatan) yang kalian mampu‘ (QS. Al Anfal: 60) Rasulullah bersabda: ‘ketahuilah bahwa al quwwah itu adalah skill memanah (sampai 3 kali)’” (HR. Muslim 1917)

Barangsiapa yang belajar memanah lalu ia melupakannya, maka itu termasuk nikmat yang ia durhakai” (HR Ath Thabrani dalam Mu’jam Ash Shaghir no.4309, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib 1294)

Lahwun (yang bermanfaat) itu ada tiga: engkau menjinakkan kudamu, engkau menembak panahmu, engkau bermain-main dengan keluargamu” (HR. Ishaq bin Ibrahim Al Qurrab [wafat 429H] dalam Fadhail Ar Ramyi no.13 dari sahabat Abud Darda’, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ 5498 )

Jika mereka (musuh) mendekat (maksudnya jumlah mereka lebih banyak dari kalian), maka panahlah mereka terus-menerus” (HR. Bukhari 3985)

 Kelak negeri-negeri akan ditaklukkan untuk kalian, dan Allah mencukupkan itu semua atas kalian, maka janganlah salah seorang diantara kalian merasa malas untuk memainkan panahnya” (HR. Muslim 1918)

Barangsiapa yang menembak satu panah kepada musuh baik kena atau tidak kena, pahalanya setara dengan memerdekakan budak“” (HR. Ibnu Majah 2286, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i)

Busur pertama yang saya belikan untuk Hikari dan Hoshi adalah busur sederhana. Berbahan carbon fiber dengan berat tarikan kurang dari 10lbs. Merknya Junxing M115. Buatan china. Beli dari juragan archery di Bukittinggi. Dalam paketnya sudah terdiri dari busur, dua anak panah (juga berbahan carbon fiber), armguard dan fingertab.

point-nya dilindungi karet
Mereka antusias sekali saat pertama kali mencoba. Tapi rumah Kota Baru ini kecil. Lingkungannya juga tidak mendukung untuk kegitan panahan. Halamannya sempit, dan tidak ada tanah kosong yang luas juga. Akhirnya mereka pertama kali mencoba panahannya di dalam rumah saja. Ditembakkan ke arah kasur yang ditegakkan. Hihi... Anak panahnya memang tidak tajam. Di bagian point-nya ada semacam karet sebagai pengaman. Jadi ditembakkan ke kasur juga nggak akan rusak.

Lalu, sabtu kemarin, setelah kami berputar-putar mencari kontrakan baru di Kemiling, kami membawa anak-anak ke sekolah Hikari. Di depannya ada lapangan sepak bola yang luas dan sepi. Cocok untuk latihan memanah. Di pinggirnya juga pas ada pohon beringin yang rindang. Di situ lah kami berlatih.

Ternyata memang mengasyikkan. Anak-anak suka.






Beberapa lama kemudian, datanglah anak-anak SD yang sekolahnya di dekat sekolah Hikari itu. Mereka baru pulang sekolah dan menunggu orang tuanya menjemput. Jadi mereka bermain-main di sekitar lapangan itu. Saya mengajak mereka bercanda dan menawari mereka untuk mencoba busur. Ternyata mereka juga suka. :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar