Senin, 14 Juni 2010

Slowly slowly my little baby

Anak gadis belum juga berani jalan sendiri. Baru selangkah-dua langkah aja. Itu pun kalau ada orang di depannya yang siap sedia menangkapnya. Selebihnya sih dia selalu menggapai mencari tangan siapa pun untuk memegangi jika ingin berjalan. Tapi semua tembok sudah dirambati sih. Dia bisa merambat berpegangan tembok dari depan sampai pintu yang menuju ke dapur, lalu kambali lagi ke depan. Rajin sekali.

Kalau dirunut lagi ke belakang, Hikari sudah mulai minta ditatah sejak umur 8 bulan. Teman sebayanya belum ada yang turun ke jalan, Hikari sudah puas menjelajahinya sampai jauh ke mushola di ujung kompleks setiap pagi. Tapi sampai ulang tahunnya yang pertama, dia masih juga belum berani melangkah sendiri.

Saat belajar merangkak pun begitu. Prosesnya begitu lama. Dimulai dengan merayap memakai perutnya, lalu mulai belajar mengangkat badannya dengan tangan sampai akhirnya bisa merangkak dengan lancar. Padahal banyak yang bilang kalau sudah merayap, biasanya tidak merangkak dan langsung belajar jalan. Sepertinya Hikari adalah tipe anak yang ingin melakukan segalanya dengan perlahan-lahan.

Sekarang, di sela-sela kegiatannya merambati tembok dan mengeksplorasi rumah, dia mulai belajar bicara. Sepanjang hari, kecuali tidur, suaranya ramai sekali berceloteh sambil bermain. Kadang juga diselingi jeritan kecil. Masih berupa gumaman dan ocehan tak beraturan sih. Seperti orang merapal mantera. Tapi dia sudah bisa mengekspresikan keinginannya dengan suara dan mimik wajah yang lucu.

Ini dia kata-kata yang sudah bisa diidentifikasi artinya;
Ba = Cilukba (diucapkan sambil tersenyum dan memiringkan kepalanya)
Ba, Aba = Abi (memanggil saya)
Mmma = Ummi (memanggil umminya)
Mam-mam = Makan (jika melihat orang lain sedang makan, saat melihat orang masuk ke dalam rumah menenteng tas plastik)
Dah = Udah (sambil melepaskan botol susunya jika dia sudah kenyang menyusu)
Dada = Dada (sambil melambaikan tangan jika ada orang yang keluar dari rumah)
Awa = Awan (selalu diteriakkan dengan suara melengking, memanggil si Awan anak tetangga depan rumah)
Taa = Intan (juga diucapkan dengan suara melengking memanggil Intan teman sebayanya yang usaianya selisih 2 hari)
Bwah = Buah (diucapkan dengan bunyi B yang tebal setiap kali ada tukang buah lewat di depan rumah)

Selalu penuh kejutan melihat perkembangannya dari hari ke hari. Walaupun mungkin relatif lambat, tapi dia belajar dengan rajin dan mencapai kemajuan yang berarti. Saya mengamatinya saat dia tertidur dan tak henti bersyukur atas titipan-Nya  yang mempesona ini.


2 komentar:

  1. ahahahahha........ ngegemesin bgt om

    BalasHapus
  2. hihi..
    kalo ditanya 'ngomong apa nak?' dia langsung senyum2 malu gitu..

    BalasHapus