Senin, 08 Juli 2013

Hoshi dan Tulang Rusuk

Pernah dengar nggak kalimat yang bunyinya gini : "Wanita itu dari tulang rusuk yang bengkok. Maka lemah lembutlah jika ingin meluruskannya, karena dia akan patah jika diperlakukan dengan keras"? Pernah dong ya?

Menghadapi Hoshi adalah sebenar-benarnya ujian yang bisa dianalogikan dengan tulang rusuk itu. Harus punya stok sabar yang nggak ada habisnya. Harus mau berlama-lama membujuk dengan kalimat yang halus dan nada bicara yang terjaga. Tidak boleh marah. Karena jika sedikit saja dia mendeteksi kemarahan dalam nada suara kita, maka sudah lah. Merajuklah dia sampai berlama-lama kemudian.

Saat dia melakukan sesuatu yang tidak berkenan atau kurang sopan, memberitahunya pun harus perlahan-lahan. Nada suara tidak boleh terdengar memerintah, harus membujuk. 
Misalnya : menaikkan kaki ke atas meja. 
Tidak bisa kita langsung berkata dengan intonasi tegas : "Hoshi kakinya jangan naik ke atas meja ya.." Karena jika begitu, jangan harap kakinya akan turun. Justru wajahnya akan mengeras dan seolah tak peduli. Harus lemah lembut : "Anak cantik, meja kan untuk tarok makanan. Masak kakinya naik, kan kotor, nantik makanannya jadi kotor lho. Kita nggak bisa makan trus kita laper deh." Semacam itu. Ingat : nadanya harus terjaga. 

Jika dia melakukan sesuatu yang menurut kita AKAN berakibat kurang baik atau kurang menyenangkan, memberitahunya pun harus lemah lembut. Tidak boleh langsung menyebutkan akibat yang mungkin terjadi jika dia melakukannya. 
Misalnya : Dia memegang gulungan benang rajut umminya. Lalu karena kuatir menjadi kusut, kita berkata "Hoshi awas nanti benangnya kusut ya." JANGAN bilang begitu.
Karena yang terjadi adalah dia akan benar-benar membuat kusut benang tersebut. Yang lebih hebatnya lagi, setelahnya dia akan memberikan kepada kita sambil berkata "Nih benangnya uadh adek kusutkan" :D
Atau ketika dia bermain-main dengan buku sekolah Kakaknya. JANGAN sampai berkata "Adek hati-hati ya nanti buku Kakak koyak."
Karena buku itu akan benar-benar dikoyak, lalu dia berikan kepada kita sambil berkata "Nih bukunya udah Adek koyakkan"
Seolah-olah dia ingin menyampaikan kepada kita : "Ih takut amat sih. Nuduh banget sih. Orang cuma pegang-pegang aja pun dilarang-larang. Ya udah kalo dituduh gitu sekalian aja dilakuin."
AHAHAHA. Kalo diceritakan gini jadi lucu ya... Padahal pada saat terjadinya, itu ngeselin banget banget. 
Sekali lagi, harus lemah lembut membujuk merayu dengan intonasi yang tetap terjaga.

Umminya sih yang selalu sabar menghadapi tingkahnya yang seperti itu. Mungkin karena jam terbang ya. Ummi yang di rumah, jadi sudah hapal perilaku Hoshi yang seperti itu sehingga bisa menemukan cara untuk menghadapinya. Berbeda dengan saya yang kurang sabaran dan maunya cepat saja. Kadang bisa sih membujuk-bujuk dia, tapi lebih banyak gagalnya. :D

Semakin bertambah usianya, semakin banyak pula perangainya. Masih harus terus belajar menghadapi para balita ini.




6 komentar:

  1. Hihihi..lucunya..tapi ya emang gitu si om, kalo kita bilanginnya dengan kalimat negatifnya, konon katanya emang malah jadi dilakuin..
    Contoh aku kalo bilangin anakku misal lagi minta sesuatu tapi blgnya sambil teriak, maka ngomonginnya tu.. 'iya nak, tapi ngomongnya yg baik dulu dong'
    beda kalo yandanya, dy blgnya 'hush..jangan teriak2' jadilah anaknya malah tambah ngeyel... :D

    BalasHapus
  2. nah iya gitu
    persis sama aku tuh, kurang sabaran
    maunya langsung to the point aja, padahal Hoshi nggak bisa digituin
    :D

    BalasHapus
  3. dek hoshi..ternyata bener ya kalo pribadi anak2 itu luar biasa ga bisa ketebak..hihihiii.. ni maksa abi n umi pandai2 merangkai kata.. :D

    kalo kak ai gimana.. ?

    BalasHapus
  4. hihi
    Kak Ai relatif lebih mudah
    kadang membantah juga, tapi nggak seekstrim ini. :D

    BalasHapus
  5. Walopun klo sekilas hoshi keliatan lebih kalem, tapi ka ai nih kayaknya aslinya penyabar ya om.. Dri umur 1 taun udah mau berbagi ama adeknya.. Salutt buat kak ai

    BalasHapus
  6. dan penyayang juga dia itu
    ngemonglah sebagai kakak..

    BalasHapus